SANTUNAN PERLINDUNGAN SOSIAL (SPS)

st

Seluruh anggota Koperasi Agroniaga dipastikan akan mendapatan kartu SPS sebagai bukti bahwa yang bersangkutan akan didoakan orang banyak agar sehat wal afiat dan selamat, karena masuk dalam Santunan perlindungan sosial (SPS)

Santunan perlindungan sosial (SPS) ini muncul dari keterpanggilan bahwa cukup banyak warga dampingan keuangannya habis karena untuk berobat baik karena sakit psikhis maupun medis, disaming itu tidak mudahnya mencari perlindungan sosial lain, walaupun janji janji dan berita yang sangat menyenangkan itu selalu terdengar di TV. Untuk itu paling tidak ada 4 perlindungan sosial yang dikeluarkan oleh KA, baik kerjasama dengan lembaga asuransi mikro nasional seperti PT Asyki Sarana Sejahtera, maupun yang dikelola sendiri. Konsep dasarnya program ini adalah saling tolong menolong dan menjaga rasa aman bermu’amalah. Ke empat program perlindungan sosial dimaksud antara lain :

  • Program Keluarga Mu’amalah, merupakan santunan sosial yang diberikan kepada keluarag ahli waris jika yang bersangkutan meningal dunia, baik karena sakit (2,5 juta) maupun karena kecelakaan (5 juta) untuk biaya penguburan dan atau kebutuhan lain terkait dengan almarhum/ah yang berumur antara 5 – 65 tahun. Kontribusi tolong menolong untuk kegiatan ini akan dipotongkan dari Sisa Hasil Usaha (SHU).
  • Program Keluarga Sehat, merupakan santunan sosial yang diberikan kepada yang bersangkutan karena dirawat inap di rumah sakit kelas III atau puskesmas selama lebih dari 3 hari. Untuk tahap pertama tahun 2015, santunan diberikan maksimal 5 juta pertahun dengan melampirkan nota-nota pengobatan yang dikeluarkan oleh rumah sakit/ poliklinik atau puskesmas. Kontribusi tolong menolong untuk SPS Kesehatan ini merupakan bagi hasil dari Simpanan Sukarela atau Tabungan Umum sebesar 20 %.
  • Program Keluarga Bebas Hutang, merupakan santunan sosial yang diberikan untuk menutupi seluruh hutang yang bersangkutan kepada Koperasi Agroniaga, jika yang bersangkutan meninggal dunia dengan wajar (tidak bunuh diri), semoga mereka khusnul khotimah. Kontribusi tolong menolong untuk kegiatan ini telah dihitung dalam bagi hasil pembiayaan.
  • Program Keluarga Cerdas, merupakan santunan sosial yang diberikan kepada anak-anak sekolah baik karena meninggal dunia, cacat tetap, maupun biaya rawat inap (bukan karena akibat balap liar ataupun keributan antar pelajar). Besarnya santunan per anak adalah maksimal 5 juta per tahun. Kontribusi tolong menolong untuk kegiatan ini merupakan bagi hasil dari program simpanan pendidikan sebesar 30 %.
  • Dana akumulasi yang didapat dari persentase simpanan sukarela / tabungan umum juga akan digunakan untuk membiayai kegiatan promosi seperti pembuatan kalender maupun sovenir bagi anggota koperasi.
  • Dana akumulasi dari persentase pimbiayaan akan disimpan secara khusus dan digunakan untuk mendukung SPS kesehatan serta untuk merancang buah tangan silaturrahim keluarga besar Koperasi Agroniaga seperti anak atau orang tua anggota koperasi / peserta simpanan pendidikan dan atau menanggulangi kekurangan atau resiko SPS lainnya.
  • Sedangkan dana akumulasi dari persentase Simpanan Pendidikan akan digunakan untuk pemberian sovenir alat tulis sekolah / perlengkapan pendididikan yang dibagikan ke siswa dan atau sekolah, jika memungkinkan akan dinaikkan biaya preminya dan pada saatnya jika dimungkinkan juga dapat membantu biaya pendidikan bagi anak anggota koperasi yang tidak mampu.

Artinya sejak awal sub sistem akuntansi SPS di susun sedemikian rupa sehingga pengelolaan modal untuk pembayaran premi dan pembayaran klaim dapat seoptimal mungkin dan memiliki sisa sehingga dapat untuk lebih mambawa imij koperasi agroniaga yang lebih baik. (eMKa).